Contoh Bentuk Perundungan dan Pencegahannya

Contoh.org – Contoh Bentuk Perundungan dan Pencegahannya.

Perundungan atau bullying sering terjadi di antara kita, baik orang tua, remaja maupun anak-anak.

Dampak dari perundungan tentunya dapat mempengaruhi emosi dari yang di bully, bagi para pelajar pastinya dapat mengakibatkan turunnya prestasi akademis maupun non akademis.

Selain itu dampk dari perundungan sangat berat bagi korban, pelaku, maupun orang tua karena bersifat psikis dan emosional.

Dan efeknya tidak dapat langsung terlihat, namun prosesnya dapat berlangsung lama dan perlahan.

Oleh kareanya kita semua menginginkan lingkungan di sekitar kita aman, nyaman dan menyenangkan, sehingga kita bisa bebas berprestasi dan berkreasi.

Contoh.org

Contoh Bentuk Perundungan dan Pencegahannya

Setiap pastinya memiliki banyak impian yang ingin di raih.

Kemauan, optimisme, dan semangat yang dimiliki para pelajar adalah kunci untuk meraih impian masa depan dan mengatasi berbagai rintangan yang menghadang.

Salah satu rintangan yang mungkin menghadang adalah perilaku perundungan (bullying) dari teman sekolah maupun lingkungannya.

Perundungan atau bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok.

Perundungan dianggap telah terjadi bila seseorang merasa tidak nyaman dan sakit hati atas perbuatan orang lain padanya.

Perundungan bisa diibaratkan sebagai benih dari banyak kekerasan lain, misalnya: tawuran, intimidasi, pengeroyokan, pembunuhan, dll.

Sebagai benih kekerasan, bila perundungan bisa ditekan, maka kekerasan yang lebih parah akan bisa dicegah

Setiap remaja menanggapi perundungan dengan cara yang berbeda. Ada yang tak terusik namun ada juga terganggu.

Ada yang menderita hingga mengalami depresi berkepanjangan. Bahkan ada yang kemudian bunuh diri, dan ternyata 50% siswa pernah mengalami perundungan di sekolah.

Bentuk-Bentuk Perundungan

1. Verbal: Membentak, berteriak, memaki, bergosip, menghina, meledek, mencela, mempermalukan, dll.

2. Fisik: Menampar, mendorong, mencubit, menjambak, menendang, meninju, dll.

3. Sosial: Mengucilkan, membeda-bedakan, mendiamkan, dll.

Perundungan di dunia maya (cyber bullying) 

1. Memperolok di media sosial (mengirimkan berbagai pesan yang menyakiti, menghina, mengancam, dll

2. Pesan teror, menyebarkan kabar bohong, Mengubah foto tidak semestinya

3. Perang kata-kata dari dunia maya (flaming)

4. Membuat akun palsu untuk merusak reputasi seseorang

5. Memperdaya seseorang untuk melakukan sesuatu yang memalukan

6. Mengucilkan seseorang dari grup daring

Baca Juga: Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial Pada Orang Sehat Masa Pandemi Covid-19

Tempat terjadi perundungan

Perundungan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, dapat berlangsung dalam 24 jam, baik di dunia nyata ataupun dunia maya (cyber bullying).

1. Di sekolah: di kelas, di halaman, di kantin, di kamar kecil, diperpustakaan, di lorong lorong sekolah dan di tempat-tempat sepi

2. Di rumah

3. Di tempat-tempat anak berlatih olahraga/seni tari/nyanyi/lukis

4. Di tempat ibadah

5. Di restoran

6. Di dunia maya: media sosial dan pesan elektronik

Dampak perundungan

1. Akademis:

  • Penurunan prestasi akademis
  • Penurunan tingkat kehadiran di sekolah
  • Berkurangnya minat pada tugas dan kegiatan sekolah lainnya
  • Sulit berkonsentrasi
  • Drop out dari sekolah atau kegiatan yang tadinya dia sukai

2. Sosial

  • Tidak percaya diri, pemalu, tidak mampu menyampaikan pendapatnya dan cenderung mengikuti kemauan orang lain
  • Punya sedikit sekali teman, tak populer, cenderung menarik diri
  • Kurangnya rasa humor
  • Sering diejek, ditertawakan
  • Kadang dipukul, didorong, ditendang, tanpa mampu membela diri
  • Bahasa tubuhnya lemah, misalnya: tak ada kontak mata, kepala menunduk, dan badan membungkuk

3. Fisik

  • Sakit berkelanjutan
  • Keluhan pusing, sakit perut (mulas)
  • Gagap
  • Sulit tidur
  • Lemah
  • Mual
  • Luka-luka pada tubuh korban
  • Tampak lemah tak berdaya

4. Emosi

  • Suasana hati yang berubah-ubah
  • Sensitif, was-was, takut, cemas, gelisah, tak aman, minta didampingi ke tempat tempat tertentu di mana dia telah mengalami perundungan sebelumnya
  • Murung, sedih, mudah menangis
  • Menyalahkan diri sendiri

Namun pada anak-anak tertentu perundungan yang dialaminya membuatnya menjadi agresif (penuh kemarahan), dengan ingin membalas sakit hatinya dengan melakukan perundungan terhadap orang lain. Ia cenderung menjadi pelaku.

Cara menghentikan perundungan

  • Meminta maaf kepada orang yang sudah kita rundung.
    Jika malu meminta maaf secara langsung kamu bisa melakukannya lewat telfon, surat atau media komunikasi lainnya.
  • Bersabarlah ketika kamu tidak langsung dimaafkan atau teman yang kamu rundung akan mengabaikanmu karena semuanya membutuhkan proses.
  • Lakukan kerja sosial
  • Temukan kegiatan atau bergabung di klub yang sesuai dengan minat
  • Bercerita pada seseorang yang kamu percaya untuk meringankan bebanmu dan menolongmu bebas dari perilaku merundung.
  • Terima konsekuensi dari sekolah, teman atau lingkungan karena perilaku merundung yang telah dilakukan
  • Belajarlah untuk saling menghormati dalam berinteraksi dengan teman dan lingkungan.

 Cara melindungi diri dari perundungan

  • Dekat dengan seluruh anggota keluarga
  • Terbuka dengan orang tua dan saudara lainnya tentang kejadiankejadian di sekitarmu, serta di dunia maya
  • Beraktivitas bersama anggota keluarga secara rutin, misalnya: makan malam bersama, jalan-jalan di akhir pekan, membereskan rumah bersama, masak bersama, dll.
  • Berteman dengan anak-anak lain yang memiliki kesadaran untuk berprestasi dan punya kewaspadaan untuk melindungi diri.
  • Mengeluarkan orang-orang yang cenderung negatif dari akun media sosial, untuk menghindari perundungan siber
  • Menjalin komunikasi dengan guru dan teman, serta berbagi cerita tentang kejadian-kejadian yang kamu alami.

 

 

Tinggalkan Komentar