Contoh Kalimat Baku dan Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia

Contoh.org – Contoh Kalimat Baku dan Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang dapat mengungkapkan pikiran yang utuh atau setiap tuturan yang dapat mengungkapkan suatu informasi secara lengkap.

Apakah kalimat baku dan tidak baku?

Kalimat baku adalah kalimat yang penulisannya sesuai dengan kaidah bahasa baku serta dapat menyampaikan informasi secara tepat.

Sedangkan, kalimat tidak baku adalah kalimat yang penulisannya tidak sesuai dengan kaidah bahasa baku yang ada.

Kalimat Baku dan Tidak Baku

Kalimat baku pada umum digunakan dalam paragraf, karangan, teks, maupun komunikasi tertulis lainnya.

Sedangkan, kalimat tidak baku pada umumnya digunakan dalam suatu percakapan yang kita lakukan sehari-hari.

Penggunaan Kalimat Baku

Kalimat baku biasanya digunakan dalam keadaan berikut ini.

1. Komunikasi resmi

Misalnya surat menyurat resmi seperti surat dinas, surat niaga, dan lainnya; pengumuman instansi resmi, perundang-undangan, penamaan dan peristilahan resmi, dan sebagainya.

2. Wacana teknis

Misalnya, laporan resmi, buku pelajaran, modul, laporan ilmiah dan lainnya.

3. Pembicaraan di depan umum

Misalnya, ceramah, kuliah, diskusi, dan sebagainya.

4. Pembicaraan sesuai dengan tempat, situasi, dan kondisi

Misalnya dengan orang yang lebih tua, atasan atau dihormati.

Fungsi Kalimat Baku dan Tidak Baku

Bahasa mempunyai peran yang sangat penting dalam berkomunikasi dan menjalin kerja sama antarindividu maupun kelompok.

Dengan demikian peran yang dimaksud umukalimat baku sama dengan fungsi bahasa baku. Oleh sebab itu, fungsi kalimat baku mengacu pada fungsi bahasa baku yaitu sebagai:

a. alat pemersatu sosial, budaya, dan bahasa

b. penanda kepribadian bersuara dan berkomunikasi

c. penambah kewibawaan bagi pejabat atau kaum intelektual

d. penanda acuan ilmiah dan penulisan karangan ilmiah

Sedangkan kalimat tidak baku berfungsi sebagai penambah kenyamanan, keakraban, dan menciptakan suasana menjadi lebih santai saat berkomunikasi.

Baca Juga: Contoh Penyusunan Soal HOTS Matematika Jenjang SMP

Ciri-ciri Kalimat Baku dan Tidak Baku

Kalimat baku maupun kalimat tidak baku memiliki ciri-ciri masing-masing.

Berikut ini ciri kalimat baku dan kalimat tidak baku.

No. Kalimat Baku Kalimat Tidak Baku
1. Minimal memiliki subjek dan predikat. Tidak memiliki subjek atau predikat.
2.

Tidak menggunakan kata, frasa atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu meskipun tidak melanggar kaidah tata bahasa atau hemat penggunaan kata-kata.

Sering menggunakan kata-kata, frasa atau bentuk lain yang tidak perlu.

3. Memiliki kesamaan bentuk kata sebelum dan sesudah kata hubung dalam satu kalimat.

Tidak memiliki kesamaan bentuk kata sebelum dan sesudah kata hubung dalam satu kalimat.

4. Unsur-unsur dalam kalimat memiliki hubungan yang logis dan masuk akal. Unsur-unsur dalam kalimat tidak memiliki hubungan yang logis.
5.

Menggunakan ejaan sesuai dengan kaidah dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Kaidah tersebut mencakup penulisan huruf kapital dan huruf miring, penulisan angka dan lambang bilangan, penggunaan pungtuasi atau tanda baca, penulisan partikel, penggunaan kata sandang, penulisan akronim dan singkatan, penulisan kata serapan, dan penulisan kata baku.

Ejaan yang digunakan tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.
6.

Menggunakan konjungsi dengan tepat. Dalam kalimat baku, konjungsi harus digunakan secara bersamaan atau berpasangan seperti baik … maupun … ; tidak … tetapi …; bukan … melainkan … ; dan lebih … daripada … . Adapun konjungsi yang tidak dapat digunakan secara bersamaan antara lain meskipun … tetapi … ; karena … maka … ; karena … sehingga … ; walaupun … namun … ; jika … maka …; dan kalau … maka … .

Penggunaan

konjungsi tidak tepat.

7.

Tidak ambigu, dalam arti orang yang diajak berkomunikasi dapat mengerti dan memahami apa yang dimaksud.

Bersifat ambigu sehingga sering menimbulkan multi tafsir.
8.

Preposisi digunakan dengan benar, misalnya berjumpa dengan, bericara tentang, sampai ke-, menuju ke-, di, ke, daripada.

Penggunaan preposisi tidak tepat.
9.

Keterangan aspek digunakan dengan benar, seperti ingin, mau, akan, harus, belum, telah, atau hendak.

Penggunaan keterangan aspek tidak tepat.
10. Bebas dari bahasa daerah dan unsur leksikal serta gramatikal dialek daerah. Terpengaruh bahasa daerah dan unsur leksikal serta gramatikal dialek daerah.

Contoh Kalimat Baku dan Tidak Baku

Berikut adalah beberapa contoh kalimat baku dan kalimat tidak baku dalam bahasa Indonesia.

No. Kalimat Baku Kalimat Tidak Baku
1. Artikel itu membahas masalah pencemaran lingkungan. Dalam Artikel itu dibahas masalah pencemaran lIngkungan.
2. Banyak penggemar kecewa dengan penampilannya hari ini. Banyak para penggemar kecewa dengan penampilannya hari ini.
3. Paman membeli rokok sebanyak sepuluh bungkus Paman membeli sepuluh bungkus rokok.

 

4. Karena tidak diajak, dia tidak ikut wisata bersama. Karena dia tidak diajak, dia tidak ikut wisata bersama.
5.

Ibu sudah menantimu sejak pagi.

Ibu sudah menantimu sejak dari pagi.

6. Bahasa Jawa perlu diajarkan kepada para siswa. Para siswa perlu diajar bahasa Jawa.
7. Tindak kekejaman, kekerasan, dan penindasan adalah perbuatan tidak terpuji. Tindak kekejaman, kekerasan, dan menindas adalah perbuatan tidak terpuji.
8. Kakak menolong anak itu dengan menuntunnya ke pinggir jalan. Kakak menolong anak itu dengan dituntunnya ke pinggir jalan.
9. Harga LPG dibekukan atau dinaikkan secara luwes. Harga LPG dibekukan atau kenaikan secara luwes.
10. Makanan itu mengandung racun. Dalam makanan itu mengandung racun.
11. Adik memetik setangkai bunga mawar merah. Adik memetiki setangkai bunga mawar merah.
12. Kejadian itu menunjukkan perilakunya tidak beres. Dengan kejadian itu menunjukkan perilakunya tidak beres.
13. Perancang busana khusus wanita itu tewas mengenaskan di kamar hotel. Perancang busana wanita itu tewas mengenaskan di kamar hotel.
14. Lukisan karya Raden Saleh mahal sekali. Lukisan Raden Saleh mahal sekali.
15. Seorang pedagang harus pandai menganalisis situasi pasar. Seorang pedagang harus pandai menganalisa situasi pasar.
16. Warga akan menemui Bupati Semarang. Warga akan menemui bupati Semarang.
17. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak untuk memilih dan dipilih. Baik laki-laki dan perempuan memiliki hak untuk memilih dan dipilih.
18. Jika kamu rajin belajar, kamu akan berhasil. Jika kamu rajin belajar, maka kamu akan berhasil.
19. Mereka membicarakan kejadian kemarin. Mereka membicarakan tentang kejadian kemarin.
20. Sepatu ini terbuat dari kulit. Sepatu ini terbuat dari pada kulit.
21. Kakek tidur pada malam hari. Kakek tidur di malam hari.
22. Saya ingin membicarakan masalah itu kepada Bapak. Saya ingin bicarakan masalah itu kepada Bapak.
23. Mengapa kamu menangis? Kenapa kamu menangis?
24. Jangan pergi dengan dia. Jangan pergi sama dia.
25. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada dunia ilmu komunikasi. Hasil penelitian ini dapat memberikan bantuan kepada dunia ilmu komunikasi.
26.

Musibah ini disebabkan ulah manusia.

Musibah ini disebabkan karena ulah manusia.
27. Banyak plastik berserakan di pinggir jalan. Banyak plastik-plastik berserakan di pinggir jalan.
28. Anak-anak membersihkan lingkungan kelasnya masing-masing. Banyak anak-anak membersihkan lingkungan kelasnya masing-masing.
29. Rumah dibersihkan agar tidak menjadi sarang penyakit. Rumah dibersihkan agar supaya tidak menjadi sarang penyakit.
30. Itu adalah kesalahan anda. Itu adalah merupakan kesalahan anda.
31. Banyak pohon ditebang secara semena-mena. Banyak pohon-pohon ditebang secara semena-mena.
32. Beberapa masalah banjir sedang ditangani pemerintah. Beberapa masalah-masalah banjir sedang ditangani pemerintah.
33. Para ibu bergotong royong membersihkan lingkungannya. Para ibu-ibu bergotong royong membersihkan lingkungannya.
34. Advokat itu berhasil memenangkan banyak kasus. Advokat itu berhasil memenangkan banyak kasus-kasus.
35. Seterikalah bajumu agar kalihatan bersih dan rapi. Seterikalah bajumu agar supaya kalihatan bersih dan rapi.

Baca Juga: Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Covid-19

Demikian ulasan terkait Contoh Kalimat Baku dan Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.