Contoh Menumbuhkan Sikap Toleransi Pada Anak

Contoh.org – Keluarga merupakan kelompok masyarakat terkecil, yang minimal terdiri atas ayah, ibu dan anak.

Di dalam keluarga inilah anak memperoleh pendidikan dan pola asuh yang pertama dan utama, sebelum anak-anak ini mengenyam pendidikan di bangku sekolah.

Idealnya, seorang anak yang memperoleh pendidikan di dalam keluarga bagus dan bermartabat tentunya akan terbawa sampai dengan ia sekolah.

Dengan demikian orang tua memegang peran yang sangat penting dan strategis dalam mengantarkan pendidikan bagi putra-putrinya.

Keberhasilan dalam mendidik anak sangat tergantung pada kecakapan dan pola asuh yang dimiliki orang tua.

Contoh Menumbuhkan Sikap Toleransi Pada Anak

Tuhan menciptakan alam semesta dengan berbagai isinya yang beragam, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan.

Keanekaragaman ini menjadi sebuah kekayaan dan keindahan dunia.

Perbedaan itu merupakan rahmat, kekuatan, dan karunia yang diwujudkan melalui sikap saling menghormati atau toleransi antar sesama makhluk.

Bapak dan Ibu, perlu mengajarkan, memberikan contoh, dan membiasakan pada anak sejak usia dini.

Apa Itu Toleransi?

Toleransi adalah cara menghargai dan menerima perbedaan atas berbagai perilaku, budaya, agama, dan ras yang ada di dunia ini.

Toleransi perlu ditanamkan sejak dini kepada anak karena:

  1. Toleransi mengajarkan anak untuk berpikiran terbuka terhadap budaya lain dan dunia.
  2. Toleransi mendorong anak untuk belajar bekerjasama dengan orang lain.
  3. Toleransi mengajarkan pada anak untuk menerima orang lain apa adanya dan memperlakukan  mereka sebagaimana kita ingin diperlakukan.
  4. Toleransi mengajarkan pada anak untuk menghargai orang lain tanpa harus menanggalkan identitas diri dan budaya.

Apa yang Terjadi Bila Anak Tidak Memiliki Sikap Toleransi?

  1. Tidak bertoleransi adalah langkah awal perundungan.
  2. Anak akan mudah menilai orang lain yang berbeda dengan dirinya.
  3. Ketidaksukaannya dapat ditunjukkan dengan mengganggu, menyerang, mengejek, dan melakukan perundungan pada orang lain.
  4. Anak yang tidak dapat bertoleransi  biasanya merasa tidak nyaman dengan kemampuan, kepercayaan, dan nilai-nilai yang selama ini ditanamkan padanya.

Bagaimana Cara Menumbuhkan Sikap Toleransi pada Anak?

1. Menumbuhkan Rasa Cinta Kasih

Tunjukkan dan tanamkan pada anak bahwa orang tua selalu mencintai, bahkan di saat anak
sedang menunjukkan perilaku yang tidak baik.

Anak butuh dibantu dan diarahkan untuk berperilaku baik, bukan dimarahi atau dihukum.

2. Menerima dan Menghargai Perbedaan Setiap Anggota Keluarga di Rumah.

Memahami dan tidak memaksakan sifat, gaya bicara, dan kemampuan berpikir anak agar sama dengan saudara lain atau orang tua.

Bantu anak untuk memiliki nilai-nilai dan penghargaan diri yang baik.

3. Memberikan Contoh pada Anak

Orang tua memperlakukan dan berbicara dengan baik kepada asisten rumah tangga, penjaga
keamanan, atau pegawai di supermarket.

4. Memerhatikan materi percakapan atau gaya bergurau yang berkaitan dengan stereotip ketika di dekat anak.

Anak akan mengingat perkataan dan cara orang tua merespon ketika membahas berita atau kehidupan seseorang.

Misalnya: “Yah namanya juga perempuan, pasti lemah!” atau “Biasalah anak pertama, bawaannya memang keras!”.

5. Menjawab Pertanyaan Anak dengan Bijaksana dan Jujur Ketika Anak Mempertanyakan Perbedaan Antara Dirinya dan Orang Lain.

Berikan contoh dan tanamkan pada anak untuk menghormati orang lain. Misalnya ketika di jalan, anak melihat dan menanyakan perilaku anak berkebutuhan khusus yang berbeda.

Orang tua tidak bisa mentolerir perilaku yang tidak baik di dalam maupun di luar rumah

6. Pilih Acara TV, Film, Games dan Cerita yang Menghargai Perbedaan.

Apabila orang tua melihat materinya menyudutkan suku, agama, ras tertentu, maka orang tua harus segera mendiskusikannya dengan anak.

7. Berikan Anak Kesempatan untuk Bermain dan Bekerja Sama dengan Berbagai Tipe Orang dan Situasi.

Misalnya olahraga, klub seni, dan sebagainya.

8. Mempelajari Bersama Mengenai Budaya dan Tradisi Lain.

Cari tahu bagaimana budaya lain merayakan sesuatu dan menjalani kehidupannya sehari-hari.

9. Mengenalkan dan Tanamkan Rasa Bangga Atas Tradisi Keluarga.

Berbagi cerita dan pengalaman bagaimana orang tua tumbuh dengan tradisi tersebut dan bagaimana menghadapi tantangannya.

Misalnya berbagi peran dan tanggung jawab di hari raya atau berefleksi bersama di malam tahun baru.

Baca Juga: Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Covid-19

Contoh Sikap Toleran dalam Kehidupan Beragama

Semua orang tentu meyakini salah satu agama atau kepercayaan yang ada.

Pemerintah Indonesia mengakui enam agama. Agama tersebut adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

Sikap Toleran dalam kehidupan beragama di antaranya diwujudkan dalam bentuk:

  • Melaksanakan ajaran agama dengan baik.
  • Menghormati agama yang diyakini oleh orang lain.
  • Tidak memaksakan keyakinan agama kita kepada orang yang berbeda agama.
  • Bersikap toleran terhadap keyakinan dan ibadah yang dilaksanakan oleh yang memiliki keyakinan dan agama yang berbeda.
  • Tidak memandang rendah dan tidak menyalahkan agama yang berbeda.

Contoh Sikap Toleran Terhadap Keanekaragaman Suku dan Ras

Perbedaan suku dan ras hendaknya menjadi sumber kekuatan dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia maupun dalam pergaulan dunia.

Marilah kita mengembangkan semangat persaudaraan sesama manusia dengan menjunjung
nilai-nilai kemanusiaan.

Bersikap baik kepada semua orang tanpa memandang perbedaan.

Contoh Sikap Toleran Terhadap Keanekaragaman Sosial Budaya

Sikap dan semangat kebangsaan merupakan sumber kekuatan dalam mempertahankan keanekaragaman budaya bangsa yang dapat dilakukan dengan:

  • Mengetahui keanekaragaman budaya yang dimiliki.
  • Mempelajari dan menguasai seni budaya sesuai dengan minat dan bakatnya.
  • Merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri.
  • Menyaring budaya asing.

Baca Juga: Contoh Jurnal Perkembangan Sikap

Demikian Contoh Menumbuhkan Sikap Toleransi Pada Anak, semoga bermanfaat.

Rujukan: Menumbuhkan Sikap Toleransi Pada Anak 

Tinggalkan Komentar