Contoh Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pelajaran PJOK SD MI

Contoh.orgContoh Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pelajaran PJOK SD MI

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan salah satu mata pelajaran pada Kurikulum 2013.

Dalam implementasinya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) bertujuan mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak,

keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, pola hidup sehat, dan pengenalan lingkungan bersih.

Pengembangan aspek ini dilakukan melalui pembekalan pengalaman belajar menggunakan aktivitas jasmani terpilih dan secara sistematis yang dilandasi nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.

Dengan demikian Pengembangan kompetensi mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) didasarkan pada perkembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.

Pada ranah fisik dan motorik, pengembangan kompetensi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) didasarkan pada prinsip pertumbuhan serta perkembangan fisik dan gerak.

Pembelajaran ranah fisik dan motorik dalam berbagai kegiatan pada Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat SD/MI dibedakan sesuai tingkatan kelas.

Contoh Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pelajaran PJOK SD MI

Contoh Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pelajaran PJOK SD MI

Pembelajaran pada tingkat rendah (kelas 1–3) untuk mencapai kompetensi penyempurnaan dan pemantapan pola gerak dasar, pengembangan kebugaran jasmani, serta pola hidup sehat.

Adapun pada kelas tinggi (kelas 4–6) pembelajaran diarahkan pada pengembangan gerak dasar menuju kesiapan gerak spesifik, pengembangan kebugaran jasmani, serta gaya hidup sehat.

Guru bertanggung jawab atas pendidikan seorang anak dalam pendidikan formal.

Dalam konteks tersebut, guru menjadi ”orang tua” bagi peserta didik. Sementara itu, orang tua bertanggung jawab atas pendidikan seorang anak dalam sektor informal.

Guru dan orang tua harus menjalin kerja sama untuk menghasilkan pribadi yang berkarakter.

KI KD – Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar PJOK

Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpai nya di rumah dan di sekolah.

Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

Kompetensi Dasar

KD atau Kompetensi dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari kompetensi inti.

Kompetensi dasar dirancang untuk mencapai kompetensi inti yang harus diperoleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran.

Dan Kompetensi dasar terdiri atas aspek pengetahuan dan keterampilan yang bersumber pada kompetensi inti (Kompetensi Inti 3 dan Kompetensi Inti 4).

Kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri mata pelajaran sesuai kompetensi pengetahuan (KD 3) dan keterampilan (KD 4).

Contoh Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pelajaran PJOK SD MI

Penguasaan kompetensi dasar pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat SD/MI dicapai melalui proses pembelajaran dan pengembangan pengalaman belajar atas dasar indikator capaian kompetensi.

Indikator capaian kompetensi tersebut dirumuskan dari setiap kompetensi dasar, terutama kompetensi dasar pada KD-3 dan KD-4.

Guru dapat mengembangkan indikator capaian kompetensi pembelajaran sesuai kondisi sekolah tempat guru mengajar.

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) bukan sekadar mata pelajaran yang berisi materi aktivitas untuk mengasah kompetensi keterampilan peserta didik atau memberi pengetahuan tentang kesehatan dan keterampilan berolahraga.

Selain itu Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) juga tidak menuntut peserta didik menguasai cabang olahraga dan permainan tertentu.

Melalui aktivitas dalam Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), peserta didik dapat bereksplorasi dan menemukan sesuatu yang baru secara tidak langsung.

Materi pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) disampaikan untuk meraih kompetensi berikut.

1. Mengetahui konsep dan mempraktikkan pola gerak dasar dan variasi gerak dasar.
2. Mengetahui konsep dan mempraktikkan latihan kebugaran se-derhana.
3. Mengetahui dan mempraktikkan pola gerak dasar dan variasi gerak dominan statis pada olahraga senam.
4. Mengetahui dan mempraktikkan pola gerak dasar dan variasi ge rak berirama.
5. Mengetahui dan mempraktikkan gerak dasar pengenalan di air dan gerak dasar keselamatan dalam aktivitas air.
6. Memahami/mengetahui dan menyajikan konsep pemeliharaan kebersihan alat reproduksi; menjaga diri dari berbagai tindakan/perilaku tidak senonoh; penyakit menular dan tidak menular; serta bahaya merokok, bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
7. Menunjukkan perilaku sportif, kerja sama, toleransi, disiplin, dan menerima kekalahan dengan sikap positif dan mengekspresikan kemenangan secara wajar.

Sedangkan untuk mencapai kompetensi tersebut, cakupan dan ruang lingkup pembahasan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) diperinci sebagai berikut.

1. Gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif.
2. Aktivitas permainan bola besar dan bola kecil.
3. Aktivitas atletik.
4. Aktivitas bela diri.
5. Aktivitas pengembangan kebugaran jasmani.
6. Aktivitas senam.
7. Aktivitas gerak berirama.
8. Aktivitas air dan keselamatan diri.
9. Kesehatan.

Contoh Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pelajaran PJOK SD MI

Tujuan Pembelajaran PJOK SD MI

Secara umum, tujuan yang ingin dicapai melalui pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) mencakup pengembangan individu secara menyeluruh baik aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Llebih khusus, pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berikut.
1. Membiasakan diri berdoa sesuai ajaran agama masing-masing setiap mengawali dan mengakhiri aktivitas.

2. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, kerja sama, dan bertanggung jawab melalui aktivitas jasmani.
3. Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai dalam pembelajaran pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
4. Menumbuhkan kemampuan berpikir kritis melalui tugas-tugas pembelajaran pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
5. Mengembangkan keterampilan gerak dan keterampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga.
6. Memelihara kesehatan dan kebugaran jasmani melalui berbagai aktivitas jasmani.
7. Mengembangkan keterampilan diri dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Model Pembelajaran PJOK SD MI

Dalam hal ini Model pembelajaran dapat diartikan sebagai rangkaian rencana kegiatan, mencakup strategi dan pemanfaatan sumber daya pembelajaran yang ada,

mulai dari guru, peserta didik, lembaga sekolah, orang tua, hingga masyarakat sekitar dalam proses pembelajaran.

Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) adalah Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) atau Problem Based Learning (PBL).

Pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang dimulai dengan menyelesaikan suatu masalah sehingga peserta didik memiliki keterampilan memecahkan masalah.

Adapun masalah dalam Problem Based Learning (PBL) merupakan masalah nyata yang dihadapi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Model pembelajaran ini melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berpusat kepada peserta didik.

Contoh Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pelajaran PJOK SD MI

PBL memiliki karakteristik sebagai berikut:

(1) belajar dimulai dengan satu masalah,

(2) memastikan masalah tersebut berhubungan dengan dunia nyata peserta didik,

(3) mengorganisasikan pelajaran seputar masalah, bukan seputar disiplin ilmu,

(4) memberikan tanggung jawab yang besar kepada peserta didik dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajarnya sendiri,

(5) menggunakan kelompok kecil, dan

(6) menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan materi yang telah dipelajari dalam bentuk produk atau kinerja.

Adapun langkah-langkan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) atau Problem Based Learning (PBL) adalah sebagai berikut.

Pembelajaran dengan strategi Problem Based Learning (PBL) dimulai dari adanya masalah yang dimunculkan peserta didik atau guru.

Peserta didik menentukan sendiri masalah yang akan dipecahkan. Dengan demikian, peserta
didik terdorong berperan aktif dalam pembelajaran.

Peserta didik mengeksplorasi pengetahuan tentang apa yang telah diketahui dan apa yang perlu diketahui untuk memecahkan masalah.

Model Problem Based Learning (PBL) dimulai dengan memberikan tugas kelompok berupa penyajian hasil karya.

Dengan tugas kelompok, peserta didik berusaha menemukan masalah, mencari informasi terkait masalah, dan menyelesaikan masalah.

Misalnya, seorang peserta didik akan melakukan suatu gerak dalam olahraga.

Peserta didik mencari informasi terkait gerakan yang akan dilakukan untuk mempermudah memahami cara pelaksanaan gerakan.

Kemudian, peserta didik menentukan cara yang paling mudah untuk melakukan gerakan tersebut.

Kegiatan yang dilakukan peserta didik telah menunjukkan penyelesaian suatu masalah yang dihadapi oleh seorang peserta didik

Adapun guru bertugas mendampingi peserta didik jika mengalami kesulitan dan mengevaluasi hasil tugas kelompok tersebut.

Baca Juga: Contoh Berkas Permohonan Pindah Bagi Guru PNS

Demikian Contoh Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pelajaran PJOK SD MI.

Bagi para guru khususnya guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) silahkan mencoba agar pembelajaran yang Anda sajikan bermanfaat bagi peserta didik.