Contoh Pembiasaan Baik di Keluarga

Contoh.org – Contoh Pembiasaan Baik di Keluarga.

Indonesia diprediksi akan memiliki bonus demografi, yaitu jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Banyaknya tenaga kerja usia produktif tersebut akan menjadi suatu keuntungan bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Negara.

Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini Indonesia dihadapkan pada beberapa tantangan, diantaranya adalah penggunaan media digital dan internet.

Hasil survey yang dilakukan oleh teknopreneur pada tahun 2017 menunjukkan bahwa 54,68% pendduduk Indonesia merupakan pengguna internet aktif.

Sebanyak 75,5% pengguna internet adalah anak-anak usia 13-18 tahun dan tingkat adiksi pornografi siswa SMP dan SMA tahun 2017

menunjukkan bahwa 95.1% anak-anak telah terpapar pornografi, 4.8% mengalami adiksi, dan 0.1% mengalami adiksi berat.

Oleh karena itu, anak-anak perlu diberikan fondasi yang kuat agar tidak terpengaruh oleh ancaman-ancaman yang ada di sekitarnya.

Fondasi tersebut diberikan dengan cara menanamkan 18 karakter sejak anak usia dini.

Kedelapan belas karakter tersebut adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan,

cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.

Keluarga yang merupakan unit terkecil dari masyarakat memiliki 8 (delapan) fungsi yang harus dijalankan agar menjadi tempat bernaung yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh anggotanya.

Kedelapan fungsi tersebut adalah fungsi agama, sosial, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pendidikan, pelestarian lingkungan, dan reproduksi.

Pelaksanaan fungsi keluarga menjadi upaya optimalisasi tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak sehingga dapat menjadi insan-insan pembangunan yang berkualitas.

Namun demikian, dalam menjalankan fungsinya, keluarga dalam hal ini orang tua sering merasa tidak memiliki panduan.

Hal ini dapat dimaklumi mengingat untuk menjadi orang tua, relatif tidak ada persiapan khusus yang dilakukan.

Contoh Pembiasaan Baik di Keluarga

Contoh Pembiasaan Baik di Keluarga

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merangkum 18 karakter menjadi lima nilai utama karakter prioritas penguatan pendidikan karakter, yaitu

(1) religius, mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

(2) mandiri, tidak bergsntung pada orang lain dan mempergunakan tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi, dan cita-cita

(3) gotong-royong, mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama

(4) integritas, upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan

(5) nasionalis, menempatkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

Salah satu yang dapat dilakukan di keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak adalah dengan pembiasaan baik.

Pembiasaan baik adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang, teratur, dan menyenangkan dengan penuh kesabaran. serta kesungguhan untuk menumbuhkan karakter baik pada anak agar berguna di kemudian hari.

Sedangkan tujuan pembiasaan baik di keluarga dilakukan agar anak tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang baik. dan menyenangkan, tangguh dan dapat diandalkan, serta mudah bergaul dan dapat diterima oleh lingkungan masyarakat.

Contoh pembiasaan baik yang dapat dilakukan di keluarga adalah sebagai berikut:

1. Beribadah sesuai agamanya

Contoh: beribadah bersama/sholat berjamaah; berdoa setiap akan dan sesudah melakukan suatu kegiatan.

2. Membiasakan anak sarapan

Contoh: Menyediakan makanan sehat dan bergizi seimbang yang beragam; menyajikan makanan secara menarik; menyediakan waktu yang cukup; sarapan bersama.

3. Berpamitan sebelum bepergian

Contoh: Meminta izin ketika akan bepergian; mengucapkan salam; mencium tangan orang tua.

4. Menjemput/menyambut saat anak pulang sekolah

Contoh: Menjemput/menyambut dengan wajah yang ceria sambil memeluk dan membelai anak; mengucapkan salam; menanyakan perasaan anak.

5. Membiasakan perilaku sopan santun

Contoh: Membiasakan mengucapkan “tolong” ketika meminta bantuan, “maaf” ketika melakukan kesalahan, dan “terima kasih” ketika mendapatkan sesuatu dari orang lain

6. Membiasakan hidup bersih dan sehat

Contoh: Makan makanan sehat dan bergizi seimbang; tidak membiasakan jajan sembarangan; menggosok gigi 2 kali sehari (pagi dan sebelum tidur).

7. Mendampingi kegiatan belajar

Contoh: Menyediakan fasilitas belajar yang dibutuhkan anak sesuai dengan kemampuan, misalnya buku pelajaran, meja untuk belajar, ada pencahayaan/penerangan;

dan membuat suasana yang tenang, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar, misal tidak membuat suara yang gaduh.

8. Mendampingi anak saat menonton TV

Contoh: Membuat kesepakatan waktu dan acara yang boleh ditonton anak; mengajak anak mendiskusikan apa yang ditonton; menjawab pertanyaan anak sesuai dengan usianya.

9. Bermain bersama anak

Contoh: Menemani dan bermain bersama anak; memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar untuk menjadi alat permainan yang menarik dan mengandung unsur edukatif;

mengajarkan anak untuk mengikuti aturan permainan sejak anak usia dini, misalnya antre atau bergiliran.

10. Membiasakan hidup hemat

Contoh: Mencohtohkan dan mengajarkan anak untuk memilih antara kebutuhan dan keinginan.

11. Menumbuhkan kebiasaan membaca dan berdiskusi

Contoh: Membacakan buku atau mendongeng; mengajak anak ke perpustakaan atau toko buku.

12. Menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebangsaan

Contoh: Mengajak anak ke museum; mengajak anak menikmati keindahan Indonesia; memperkenalkan budaya, tradisi, dan makanan khas daerah-daerah yang ada di Indonesia.

13. Menaati aturan yang disepakati bersama

Contoh: Membuat kesepakatan bersama seluruh anggota keluarga yang ditulis dan ditempel di tempat yang mudah dilihat; konsisten menjalankan kesepakatan tersebut.

14. Membiasakan anak untuk mandiri dan bertanggung jawab

Contoh: Mengajarkan anak menyiapkan peralatannya sendiri; membagi tugas rumah tangga yang sesuai dengan usia dan tumbuh kembang anak, seperti menyapu, mengepel, atau mencuci.

15. Mendukung minat dan bakat anak

Contoh: Mendukung anak untuk mengembangkan minat dan bakatnya; membantu anak untuk memilih kegiatan di luar sekolah sesuai dengan minat dan bakatnya.

16. Memunculkan kepemimpinan pada anak

Contoh: Meminta anak untuk memimpin doa sebelum atau sesudah melakukan kegiatan bersama sejak anak usia dini;

meminta anak remaja untuk mewakili orang tua untuk terlibat dalam kegiatan sosial di masyarakat.

17. Menjalin komunikasi

Contoh: Memberi kesempatan pada anak agar bicara lebih banyak; berbicara dengan jelas dan singkat agar anak mengerti;

merefleksikan/ memantulkan perasaan dan arti yang disampaikan; memperhatikan bahasa tubuh anak.

18. Menjadi pendengar yang baik

Contoh: Melakukan kontak mata; tidak memotong pembicaraan anak; memberikan ekspresi yang sesuai dengan cerita anak,

seperti mengangguk, tersenyum; memberikan gumaman, seperti “oh”, “hmm”, “oh ya”, “oh begitu”.

19. Memberikan rasa aman dan nyaman

Contoh: Menunjukkan kasih sayang dengan cara membelai, memeluk, dan mencium; berbicara dengan bahasa yang baik dan lembut;

menghindari kata-kata yang menghina, mengejek, memojokkan, membandingkan, menyalahkan, menyindir.

Cara yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam menumbuhkan pembiasaan baik pada anak, antara lain:

1. Contohkan Orang tua menjadi teladan bagi anak dengan mencontohkan dan melakukan pembiasaan-pembiasaan baik di keluarga tersebut.

2. Biasakan Orang tua mencohtohkan dan membiasakan perilaku-perilaku tersebut secara rutin dan menyenangkan sesuai dengan usia anak.

3. Ajarkan Orang tua menjelaskan perilaku yang harus dibiasakan dengan bahasa yang mudah dimengerti.

4. Berikan pujian dan penghargaan atas usaha yang dilakukan anak.

Bagi Anda yang membutuhkan Modul Pembiasaan Baik di Keluarga dapat mengunduhnya disini.

Demikian Contoh Pembiasaan Baik di Keluarga, semoga menginspirasi Anda dalam mendidik anak di dalam keluarga.