Contoh Soal UTS PTS 2 Kelas 3 Lengkap dengan Kunci Jawabannya

Contoh.org – Contoh Soal UTS PTS 2 Kelas 3 Lengkap dengan Kunci Jawabannya

Penilaian (assessment) merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, UNESCO menyatakan assessment as a lever to reform education.

Istilah penilaian (assessment) sering dipertukarkan secara rancu dengan dua istilah lain, yakni pengukuran (measurement) dan evaluasi (evaluation).

Pada hal ketiga istilah tersebut memiliki makna yang berbeda, walaupun memang saling berkaitan, Pengukuran, penilaian, dan evaluasi merupakan suatu hirarki.

Pengukuran adalah kegiatan membandingkan sesuatu dengan sesuatu sejenis yang digunakan sebagai kriteria.

Penilaian adalah proses menafsirkan dan mendeskripsikan bukti-bukti hasil pengukuran.

Sedangkan evaluasi adalah kegiatan memutuskan atau menetapkan sesuatu berdasarkan hasil-hasil penilaian.

Implementasi Kurikulum 2013 berimplikasi pada model penilaian pencapaian kompetensi peserta didik yang harus dilakukan oleh pendidik.

Penilaian oleh pendidik tidak hanya berfokus pada penilaian hasil belajar, tetapi juga harus memperhatikan proses penilaian

yang sifatnya lebih kualitatif untuk proses perbaikan pembelajaran baik untuk pendidik maupun untuk peserta didik.

Instrumen penilaian harus dirancang secara bervariasi sesuai tuntutan dalam kurikulum dan dibuat sesuai dengan prinsip-prinsip penilaian yang tepat.

Untuk dapat mengembangkan penilaian sesuai tuntutan tersebut, maka dibutuhkan langkah-langkah perencanaan

dan pengembangan instrumen penilaian yang tepat yang mengacu pada indikatorindikator pembelajaran dan kompetensi dasarnya

Contoh Soal UTS PTS 2 Kelas 3

Contoh Soal UTS PTS 2 Kelas 3 Lengkap dengan Kunci Jawabannya 

Penilaian adalah bagian dari kurikulum. Penilaian merupakan alat evaluasi yang berfungsi sebagai gambaran ketercapaian Standar Nasional pendidikan.

Dalam Kurikulum 2013 cakupan penilaian terdiri atas penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang dan terintegrasi dalam proses pembelajaran,

sehingga dapat digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi untuk setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan.

Agar otentik, penilaian harus dirancang tidak hanya dilakukan di akhir proses pembelajaran atau hanya menilai hasil belajar (assessment of learning).

Penilaian otentik juga harus dirancang menyatu dengan pembelajaran sehingga penilaian juga merupakan proses belajar (assessment for learning).

Apalagi jika proses penilaian tersebut dengan melibatkan siswa, maka siswa akan belajar menjadi penilai dirinya sendiri (assessment as learning).

Pada hakikatnya, penilai terbaik bagi seorang siswa dalam proses belajar adalah dirinya sendiri.

Bila penilaian dilakukan dengan tiga pendekatan di atas (assessment of, for, dan as learning) maka penilaian tidak hanya terfokus

pada hasil yang cenderung berdimensi kognitif, tetapi pasti juga menilai proses yang berdimensi keterampilan dan sikap.

Pelaksanaan kegiatan UTS atau PTS merupakan begian dari proses pembelajaran melalui kegiatan penilaian kelas.

Penilaian kelas merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh pendidik

untuk menetapkan tingkat pencapaian dan penguasaan peserta didik terhadap tujuan pendidikan (standar komptensi, komptensi dasar, dan indikator pencapaian hasil belajar).

Hasil penilaian berbasis kelas dapat menggambarkan kompetensi dan kemajuan siswa selama di kelas.

Jenis Penilaian Kelas 

Dalam penilaian proses dan hasil belajar, terdapat tiga jenis utama penilaian yaitu:

1. Penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning), terjadi ketika pendidik menggunakan dugaan-dugaan mengenai perkembangan peserta didik sebagai bahan untuk mengembangkan pengajaran mereka (formatif)

2. Penilaian sebagai pembelajaran (assessment as larning) terjadi ketika para peserta didik melakukan refleksi dan

mengamati perkembangan pembelajaran mereka sebagai bahan untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran mereka dimasa depan (formatif)

3. Penilaian hasil pembelajaran (assessment of learning) terjadi ketika para pendidik menggunakan bukti-bukti dari

pembelajaran para peserta didik untuk menilai pencapaian peserta didik atas tujuan-tujuan dan standar-standar pembelajaran (sumatif).

Karakteristik Penilaian Kelas 

Penilaian kelas adalah suatu usaha untuk membangun praktek mengajar yang lebih baik dengan melakukan umpan balik pada pembelajaran peserta didik lebih sistimatik, lebih fleksibel, dan lebih efektif.

Pendidik siap menanyakan dan mereaksi pertanyaan peserta didik, memonitor bahasa badan dan ekspresi wajah peserta didik, mengerjakan pekerjaan rumah dan tes peserta didik, dan seterusnya.

Contoh Soal UTS PTS 2 Kelas 3 Lengkap dengan Kunci Jawabannya

Penilaian kelas memberi suatu cara untuk melakukan penilaian secara menyeluruh dan sistimatik dalam proses pembelajaran di kelas.

Berikut adalah karakteristik penilaian kelas.

1. Pusat belajar.

Penilaian kelas berfokus perhatian pendidik dan peserta didik pada pengamatan dan perbaikan belajar, dari pada pengamatan dan perbaikan mengajar.

2. Partisipasi aktif peserta didik.

Karena difokuskan pada belajar, maka penilaian kelas memerlukan partisipasi aktif peserta didik.

Kerjasama dalam penilaian, peserta didik memperkuat penilaian materi mata pelajaran dan skill dirinya.

Pendidik memotivasi peserta didik agar meningkat dengan tiga pertanyaan bagi pendidik:

(1) apakah kemampuan dasar dan pengetahuan saya sudah tepat untuk mengajar?

(2) bagaimana saya dapat menemukan bahwa peserta didik sedang belajar?

(3) bagaimana saya dapat membantu peserta didik belajar lebih baik?

Karena pendidik bekerja lebih dekat dengan peserta didik untuk menjawab pertanyaan ini, maka pendidik dapat memperbaiki skill mengajarnya.

1. Formatif.

Tujuan penilaian kelas adalah untuk memperbaiki mutu belajar peserta didik. Penilaian bukan hanya untuk memberi nilai atau skor (grading) peserta didik, tetapi juga untuk mendapatkan informasi bagi perbaikan mutu belajar peserta didik.

2. Kontekstual spesifik.

Pelaksanaan penilaian kelas adalah jawaban terhadap kebutuhan khusus bagi pendidik dan peserta didik. Kebutuhan khusus berada dalam kontekstual pendidik dan peserta didik yang harus bekerja dengan baik dalam kelas.

3. Umpan balik.

Penilaian kelas adalah suatu alur proses umpan balik (feedback loop) di kelas. Dengan sejumlah TPK, pendidik dan peserta didik dengan cepat dan mudah menggunakan umpan balik dan melakukan saran

Baca: Soal UTS-2/PTS Kelas 3 Tema 5 dengan Jawabannya

Tujuan Penilaian Kelas

Pendidik hendaknya mengarahkan Tujuan penilaian di kelas pada empat (4) tujuan berikut (Chittenden, 1991).

1. Penelusuran (Keeping track),

yaitu untuk menelusuri agar proses pembelajaran peserta didik tetap sesuai dengan rencana.

Pendidik mengumpulkan informasi sepanjang semester dan tahun pelajaran melalui berbagai bentuk penilian kelas agar memperoleh gambaran tentang pencapaian kompetensi oleh peserta didik.

2. Pengecekan (Checking-up),

yaitu untuk mengecek adakah kelemahan-kelemahan yang dialami peserta didik dalam proses pembelajaran.

Melalui penilaian kelas, baik yang bersifat formal maupun informal pendidik melakukan pengecekan kemampuan (kompetensi) apa yang peserta didik telah kuasai dan apa yang belum dikuasai.

3. Pencarian (Finding-out),

yaitu untuk mencari dan menemukan hal-hal yang menyebabkan terjadinya kelemahan dan kesalahan dalam proses pembelajaran.

4. Penyimpulan (Summing-up),

yaitu untuk menyimpulkan apakah peserta didik telah menguasai seluruh kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum atau belum.

Prinsip-prinsip penilaian otentik 

Menurut Jon Mueller (2006) penilaian otentik merupakan suatu bentuk penilaian dimana peserta didik diminta untuk menampilkan tugas

pada situasi yang sesungguhnya yang mendemonstrasikan penerapan keterampilan dan pengetahuan esensial yang bermakna.

Penilaian otentik berpegang pada prinsip-prinsip berikut ini:

1. Proses penilaian harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran, bukan bagian terpisah dari proses pembelajaran (a part of, not apart from, instruction),

2. Penilaian harus mencerminkan masalah dunia nyata (real world problems), bukan masalah dunia sekolah (school work- kind of problems),

3. Penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metoda dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar,

4. Penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (kognitif, afektif, dan sensori- motorik)

Pada kesempatan ini admin Contoh akan berbagi Contoh Soal UTS PTS 2 Kelas 3 Lengkap dengan Kunci Jawabannya.

Adapun Contoh Soal UTS PTS 2 Kelas 3 Lengkap dengan Kunci Jawabannya dapat anda unduh melalui tautan berikut ini.

Soal UTS PTS 2 Kelas 3 [unduh]

Kunci Jawaban UTS PTS 2 Kelas 3 [unduh]

Kisi-Kisi UTS PTS 2 Kelas 3 [unduh]

Contoh Soal UTS PTS 2 SD MI Lengkap dengan Kunci Jawabannya Kelas lainnya dapat anda unduh melalui tautan di bawah ini. 

1. Contoh Soal UTS PTS 2 Kelas 1 Lengkap dengan Kunci Jawabannya [unduh]

2. Contoh Soal UTS PTS 2 Kelas 2 Lengkap dengan Kunci Jawabannya [unduh]

3. Contoh Soal UTS PTS 2 Kelas 4 Lengkap dengan Kunci Jawabannya [unduh]

4. Contoh Soal UTS PTS 2 Kelas 5 Lengkap dengan Kunci Jawabannya [unduh]

5. Contoh Soal UTS PTS 2 Kelas 6 Lengkap dengan Kunci Jawabannya [unduh]

Demikian Contoh Soal UTS PTS 2 Kelas 3 Lengkap dengan Kunci Jawabannya, Semoga bermanfaat.