Inilah, Daftar Sekolah Yang Tidak Perlu Menerapkan Sistem Zonasi

Contoh.org – Inilah, Daftar Sekolah Yang Tidak Perlu Menerapkan Sistem Zonasi

Dalam melaksanakan pendaftaran Penerimaan  Peserta Didik Baru PPDB tahun 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan regulasi yaitu Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019.

Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan  Peserta Didik Baru PPDB pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menegah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2020.

Dengan demikian semua jenjang sekolah yang berada di bawah naungan Kementeriaan Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam pelaksanaan Penerimaan  Peserta Didik Baru PPDB harus mengacu pada Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019.

Dalam melaksanakan Penerimaan  Peserta Didik Baru PPDB setiap sekolah harus menerapkan prinsip nondiskriminatif, objektif, transparan, akuntabel dan berkeadilan.

Adapun tujuan Penerimaan  Peserta Didik Baru PPDB adalah untuk:

a. Perluasan akses layanan pendidikan
b. Pemerataan mutu pendidikan

Perlu juga admin infokan syarat-syarat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Inilah, Daftar Sekolah Yang Tidak Perlu Menerapkan Sistem Zonasi

1. Syarat-syarat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB pada jenjang Taman Kanak-kanak (TK)

a. berusia 5 (lima) tahun atau paling rendah 4 (empat) tahun untuk kelompok A.
b. berusia 6 (enam) tahun atau paling rendah 5 (lima) tahun untuk kelompok B.

2. Syarat-syarat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB pada jenjang Sekolah Dasar (SD)

a. berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun.
b. berusia paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun pelajaran berjalan.

Selain itu, sekolah juga boleh menerima calon peserta didik dengan usia paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan

ketentuan ini diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.

3. Syarat-syarat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)

a. berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.
b. memiliki ijazah SD/sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan telah menyelesaikan kelas 6 (enam) SD.

4. Syarat-syarat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

a. berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.
b. memiliki ijazah SMP/sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan telah menyelesaikan kelas 9 (sembilan) SMP.

Selain ketentuan terkait syarat-syarat masuk sekolah daria jenjang jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Admin juga telah siapkan info terkait Jalur Pendaftaran dalam Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB tahun 2020.

Daftar Sekolah Yang Tidak Perlu Menerapkan Sistem Zonasi

Dalam Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB tahun 2020 Kemendikbud telah menetapkan 4 (empat) jalur pendaftaran, yaitu:

1. Jalur zonasi sebagaimana paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari daya tampung Sekolah.

Apa itu Jalur Zonasi?
Jalur Zonasi merupakan salah satu jalur dalam Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB yang diperuntukkan calon bagi peserta didik yang telah tinggal dalam satu zona selama minimal satu tahun.

Sedangkan sebagai bukti tinggal dibuktikan dengan kartu keluarga atau surat keterangan dari ketua RT / RW yang dilegalisir pejabat berwenang.

Perlu diketahui juga bahwa untuk jalur zonasi ini tidak ada proses seleksi menggunakan tes / UN / Ujian Sekolah dan bentuk seleksi lainnya yang digunakan di jalur prestasi.

Dengan demikian semua calon peserta didik yang berdomisili di zona yang sama dengan sekolah harus diterima. Maka Jalur Zonasi ini juga berlaku bagi siswa penyandang disabilitas.

2. Jalur afirmasi paling sedikit 15% (lima belas persen) dari daya tampung Sekolah.

Apa itu Jalur Afirmasi?
Jalur Afirmasi merupakan salah satu jalur dalam Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB yang diperuntukkan bagi calon peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu.

Sebagai bukti bahwa calon peserta didik tersebut berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu, dibuktikan dengan keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah.

3. Jalur perpindahan tugas orang tua/wali  paling banyak 5% (lima persen) dari daya tampung Sekolah.

Apa itu Jalur Perpindahan Tugas Orang tua/Wali?
Jalur Perpindahan tugas orang tua/wali merupakan salah satu jalur dalam Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB yang diperuntukkan bagi calon peserta didik ketika lokasi pekerjaan orang tua/wali dipindah tugaskan.

Inilah, Daftar Sekolah Yang Tidak Perlu Menerapkan Sistem Zonasi

Hal tersebut dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan.

4. Jalur prestasi dibuka apabila masih terdapat sisa kuota dari pelaksanaan ketiga jalur di atas.

Apa itu Jalur Prestasi?
jalur Prestasi merupakan salah satu jalur dalam Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB yang diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki prestasi akademik dan atau nonakademik.

Sebagai bukti yagn bersangkutan memiliki prestasi dibuktikan dengan piagam terkait prestasi yang diterbitkan paling singkat enam bulan dan paling lambat tiga tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB.

Sedangkan untuk jalur prestasi tidak berlaku untuk jalur pendaftaran calon peserta didik baru pada TK dan kelas 1 (satu) SD.

Daftar Sekolah Yang Tidak Perlu Menerapkan Sistem Zonasi

Daftar Sekolah Yang Tidak Perlu Menerapkan Sistem Zonasi

Beberapa tahun terakhir ini, hampir di setiap kali pelaksanaan Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB yang menjadi permasalahan adalah masalah jalur zonasi.

Jalur Zonasi dalam Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB dianggap oleh sebagian orang tua peserta didik tidak adil.

Hal ini dirasa dalam penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB dengan Jalur Zonasi  membatasi ruang gerak calon peserta didik dalam mencari sekolah yang lebih tinggi.

Calon peserta didik tidak bisa lagi memilih sekolah yang mereka idam-idamkan, sehingga memungkinkan peserta didik tidak memeiliki motivasi belajar, motivasi berprestasi karena mereka pasti diterima di sekolah terdekat.

Mereka yang kurang sepaham dengan diterapkannya sistem zonasi mungkin tidak mengetahui tujuan diberlakukannya Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB dengan Jalur Zonasi.

Tujuan diberlakukannya Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB dengan Jalur Zonasi adalah untuk menghindari adanya predikat sekolah favorit.

Selain itu dengan jalur zonasi pemerintah berupaya untuk memperluas akses pemerataan pelayanan pendidikan, dan pemertaan mutu pendidikan.

Namun ternyata penerapan jalur zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB hanya berlaku pada sekolah “negeri” saja.

Daftar Sekolah Yang Tidak Perlu Menerapkan Sistem Zonasi

Beberapa jenis dan jenjang sekolah di bawah ini tidak perlu mengikuti jalur zonasi, sekolah tersebut adalah:

1. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK)

2. Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri yang berada di Daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

3. Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri

4. Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta, yang diselenggarakanoleh masyarakat atau berada di bawah naungan yayasan.

5. Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN)

6. Sekolah Pendidikan Layanan Khusus

7. Sekolah Berasrama (boarding school)

8. Sekolah Pendidikan Khusus (SPK)

9. Sekolah di Daerah yang Kekurangan Peserta Didik

10. Sekolah Kerja Sama

Bagi Anda yang membutuhkan info grafis dalam Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB selengkapnya dapat mengunduhnya di sini.

Baca Juga: Hubungan Kekuasaan Eksekutif dengan Cabang Kekuasaan Lain

Demikian Daftar Sekolah Yang Tidak Perlu Menerapkan Sistem Zonasi.

Semoga bermanfaat bagi peserta didik, orang tua peserta didik, dan semua pihak yang memiliki kepedulain dengan pendidikan.