Memahami Letak dan Luas Wilayah Indonesia

Memahami Letak dan Luas Wilayah Indonesia – Indonesia adalah negara terluas di Asia Tenggara dengan luas daratan sebesar 1.910.932,37 km2 dan luas lautan mencapai 5,8 juta km (Kemenko Maritim, 2019).

Letak geograis adalah posisi suatu wilayah berdasarkan kenyataan di permukaan bumi.

Secara geograis, Indonesia berada di antara dua benua dan dua samudra yaitu Benua Asia dan Australia serta Samudra Hindia dan Pasiik.

Letak geograis tersebut memberikan keuntungan bagi Indonesia seperti:

1. Indonesia menjadi jalur perdagangan internasional
2. Memiliki kebudayaan yang beragam, salah satunya bahasa, karena adanya akulturasi budaya asing dan lokal.
3. Transportasi laut semakin berkembang dan mendapat perhatian karena sebagai jalur perdagangan internasional.

Baca Juga: Indeks Sinar Ultraviolet (UV) Wajib Anda Ketahui

Memahami Letak dan Luas Wilayah Indonesia

Memahami Letak dan Luas Wilayah Indonesia

Letak astronomis merupakan posisi suatu tempat yang didasarkan pada garis lintang dan bujur.

Garis lintang merupakan garis khayal yang melingkari bumi secara horizontal.

Dan Garis bujur merupakan garis khayal yang melingkari bumi secara vertikal serta menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Sebagai contoh, Indonesia memiliki letak astronomis 6ºLU–11ºLS dan 95ºBT–141ºBT.

Dampak letak ini menyebabkan perbedaan waktu sehingga terdapat tiga pembagian zona waktu di Indonesia.

Memahami Letak dan Luas Wilayah Indonesia

Penetapan tiga zona waktu seperti sekarang ini dimulai sejak 1 Januari 1988.

Dan Penetapan zona waktu tersebut menyebabkan perbedaan waktu beribadah, jam beraktivitas, dan tantangan komunikasi antarzona waktu.

Berikut merupakan pembagian wilayah berdasarkan zona waktu di Indonesia:

1) Waktu Indonesia Barat (WIB)
Zona waktu ini berdasarkan garis meridian (garis bujur) pangkal 105ºBT.

Wilayah zona waktu ini mencakup provinsi di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

2) Waktu Indonesia Tengah (WITA)
Zona waktu ini didasarkan pada meridian (garis bujur) pangkal 120ºBT.

Cakupan wilayahnya meliputi Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan provinsi-provinsi di Pulau Sulawesi.

3) Waktu Indonesia Timur (WIT)
Zona waktu yang didasarkan pada meridian (garis bujur) pangkal 135ºBT.

Wilayah zona waktu ini mencakup provinsi di Pulau Papua dan Maluku.

Memahami Letak dan Luas Wilayah Indonesia

Cuaca dan Iklim

Cuaca merupakan kondisi rata-rata udara di suatu wilayah yang relatif sempit dan dalam waktu yang singkat.

Sedangkan iklim merupakan kondisi cuaca rata-rata tahunan pada wilayah dengan cakupan yang luas.

Contoh dari cuaca yaitu: suhu udara di Kabupaten Bantul pagi ini mencapai 24C,
kemarin Kabupaten Berastagi diguyur hujan deras,

sore ini terjadi hujan lebat disertai angin di Kabupaten Bogor dengan arah angin dari selatan dan kecepatan mencapai 25 km/jam.

Contoh iklim yaitu: Indonesia beriklim tropis, pada tahun 2017 suhu udara rata-rata di Yogyakarta yaitu 26,05 ºC, dan rata-rata curah hujan terjadi pada bulan November sebanyak 692,50 mm3.

Memahami Letak dan Luas Wilayah Indonesia

Indonesia memiliki iklim tropis yang terdiri dari dua musim yaitu musim hujan dan kemarau.

Musim hujan biasa terjadi antara OktoberMaret, sedangkan musim kemarau terjadi
antara bulan April-September.

Arus angin yang banyak mengandung uap air bergerak dari Samudra Pasiik melewati Laut Cina Selatan menyebabkan musim hujan di Indonesia terutama wilayah bagian barat.

Semakin ke timur curah hujan semakin rendah karena hujan telah banyak jatuh dan menguap di bagian barat.

Keadaan iklim dapat diamati dengan memperhatikan unsur-unsur cuaca dan iklim.

Unsur-unsur tersebut antara lain, penyinaran matahari, suhu udara, kelembaban udara, angin, dan hujan.

Iklim berpengaruh dalam kehidupan manusia seperti pada sektor pertanian.

Tanaman tropis memiliki banyak varietas yang kaya akan hidrat arang terutama tanaman
bahan makanan pokok.

Berikut pengaruh unsur-unsur iklim terhadap tanaman:

1. Penyinaran matahari

Penyinaran matahari adalah lamanya matahari bersinar cerah yang dihitung dari matahari terbit hingga terbenam.

Lamanya penyinaran matahari dapat memengaruhi fotosintesis tanaman dan dapat meningkatkan suhu udara.

2. Suhu

Suhu merupakan derajat panas atau dingin yang diukur dengan skala tertentu. Pengaruh suhu terhadap tanaman yaitu mengurangi kadar air sehingga cenderung menjadi kering.

3. Kelembaban

Kelembaban udara adalah kemampuan udara dalam mengandung uap air. Tingkat kelembaban udara dipengaruhi kandungan jumlah uap air dalam udara.

Pengaruh kelembaban udara terhadap tanaman yaitu membatasi hilangnya air.

4. Angin

Angin adalah pergerakan alami udara yang sejajar dengan permukaan bumi. Faktor terjadinya angin yaitu perbedaan tekanan atmosfer dari satu tempat dengan tempat lainnya.

Pengaruh angin terhadap tanaman yaitu membantu proses penyerbukan secara alami, mengurangi kadar air.

5. Curah Hujan

Curah hujan merupakan intensitas air hujan yang jatuh ke permukaan bumi akibat kondensasi selama periode waktu tertentu.

Pengaruh hujan terhadap tanaman yaitu dapat meningkatkan kadar air dan mengikis tanah.

Kondisi Geologis

Letak geologis adalah posisi suatu wilayah yang didasarkan pada struktur geologi atau susunan batuan di sekitarnya.

Secara geologis, Indonesia dilalui dua jalur pegunungan dunia yaitu Pegunungan Sirkum Pasiik dan Sirkum Mediterania.

Letak tersebut menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunung api aktif.

Jalur pegunungan di Indonesia membentang dari ujung utara Sumatra memanjang melalui pantai barat Sumatra, melewati Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Banda, Sulawesi, dan Halmahera.

Jumlah gunung aktif di Indonesia sebanyak 127 gunung api.

Wilayah Indonesia

Aktivitas vulkanik yang intens di Indonesia terjadi karena pertemuan tiga lempeng dunia.

Lempeng Eurasia di sebelah utara, Lempeng Indo Australia di sebelah selatan, dan Lempeng Pasiik di sebelah timur.

Pertemuan lempeng tektonik dapat menyebabkan patahan, retakan, dan kerusakan pada kerak bumi yang memungkinkan magma mengalir ke permukaan bumi dan terbentuk gunung api.

Aktivitas ketiga lempeng tersebut juga membuat Indonesia menjadi wilayah yang rawan terjadi gempa bumi.

Selain dampak negatif, letak geologis Indonesia juga memberikan dampak positif seperti:

1. Tanah menjadi subur terutama di kawasan dekat gunung berapi karena banyak mengandung unsur hara.

2. Memiliki keanekaragaman lora dan fauna.

Bagian barat Indonesia terdiri dari lempeng yang berasal dari negara-negara Asia, sehingga memiliki kesamaan dengan jenis lora dan fauna di Asia.

dan Bagian Tengah Indonesia merupakan bagian Lempeng Asia-Australia sehingga memiliki lora dan fauna peralihan endemik.

Sedangkan bagian timur Indonesia termasuk dalam kawasan lempeng Australia sehingga memiliki lora dan fauna serupa dengan yang ada di Benua Australia.

3. Memiliki sumber daya mineral yang beragam seperti berbagai jenis batuan, minyak bumi, dan gas alam.

Selamat Belajar…

Tinggalkan Komentar