Mengatasi Rasa Gugup Grogi Berbicara di Muka Umum

Contoh.org – Mengatasi Rasa Gugup Grogi Berbicara di Muka Umum.

Sebagian besar orang menghabiskan 30% waktu di luar jam tidurnya untuk berbicara. Belajar berbicara adalah proses yang kita lalui. Mengatasi Rasa Gugup Grogi Berbicara di Muka Umum.

Sewaktu kita kecil, kita sering berbicara pada orang tua kita untuk meminta sesuatu. Bila tidak berhasil, kita akan belajar dari kesalahan tersebut dan mencoba berbicara dengan cara lain pada lain kesempatan.

Dalam proses itu kita jadi belajar cara berbicara dengan orang tua kita supaya maksud kita tercapai. Kita juga belajar bercakap-cakap dengan orang lain dengan cara yang sama.

Pernahkah Anda diminta untuk memberikan sambutan dalam salah satu acara yang dihadiri banyak orang?

Bagi Anda yang sering berbicara di muka umum tentunya tidak menjadi masalah, pastinya anda akan merasa nyaman karena sudah biasa.

Lain halnya bagi sebagian orang yang belum pernah berbicara di depan umum, tentunya merasa tidak nyaman, gugup dan grogi.

Namun jangan khawatir, karena terdapat berbagai cara agar kita gugup atau grogi ketika berbicara di depan umum.

Mengatasi Rasa Gugup Grogi Berbicara di Muka Umum

Mengatasi Rasa Gugup Grogi Berbicara di Muka Umum

Banyak orang mengakui bahwa berbicara di muka umum merupakan sebuah keterampilan yang penting dalam hidup sehari-hari maupun dalam kerja.

Namun banyak orang yang merasa kurang percaya diri untuk berbicara di muka umum (public speaking). Padahal sebenarnya public speaking sama seperti pelajaran lainnya, bisa dipelajari dan dilatih, karena public speaking adalah keterampilan.

Semakin sering kita melakukannya maka kita semakin terampil dan percaya diri.

Keterampilan public speaking diperlukan untuk menyampaikan ide, mendiskusikan sesuatu, hingga melaporkan hasil kerja pada orang-orang lain.

Keterampilan itu semakin penting saat kita menduduki posisi pemimpin seperti supervisor, manajer, direktur,

agar dapat memimpin rapat secara efektif, memotivasi bawahan dalam bekerja, atau bahkan berpidato di depan semua karyawan dengan sukses.

Mengembangkan diri pribadi, bila kita dapat melakukan public speaking kita tidak perlu ketakutan setiap kali menghadapi kemungkinan diminta berbicara di depan orang banyak, baik di dunia kerja ataupun di lingkungan keluarga.

Kita juga dapat menyampaikan ide kita kepada orang lain secara lebih efektif hingga memberi kepuasan bahwa ide kita diterima atau diterapkan.

Keterampilan berbicara di depan umum public speaking adalah keterampilan yang memiliki kekuatan untuk mengubah dunia kita dengan cara yang sederhana, tanpa kekerasan.

Dengan memiliki keterampilan public speaking juga akan membuat kita lebih unggul dibanding orang-orang lain.

Contoh yang sering kita lihat di media, terutama di televisi, memperlihatkan public speaking dalam situasi politik. Misalnya saat kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden atau rapat parlemen.

Contoh lain, misalnya di bidang pendidikan saat kita berperan sebagai seorang fasilitator pendidikan keluarga yang menjelaskan cara bagaimana mendidik anak diera digital,

bayangkan bila kita dapat menyampaikan pesan dengan sangat baik hingga saran kita dilaksanakan, banyak keluarga mempunyai anak-anak yang membanggakan maka kita telah mengubah dunia menjadi lebih baik.

Mengatasi Rasa Gugup Grogi Berbicara di Muka Umum

Dalam banyak hal public speaking memiliki persamaan dengan percakapan biasa. Beberapa persamaan itu adalah:

a. Penyampaian pesan public speaking maupun percakapan sama-sama disusun mengikuti logika, sistematis, dan tahap demi tahap agar pesan dapat dimengerti.

b. Menyesuaikan isi dan cara penyampaian dengan rekan bicara atau publik kita.

c. Pesan disampaikan dengan tujuan mendapat dampak positif dan maksimal.

d. Pembicara harus dapat menyesuaikan apa yang disampaikan sesuai reaksi dari lawan bicaranya atau publik.

Biasanya kita melakukan keempat hal di atas dalam percakapan sehari-hari tanpa berpikir lagi, melakukan dengan terampil dan mengalir begitu saja. Kita sudah terbiasa melakukannya sejak awal kita belajar berbicara.

Namun terampil dalam menyampaikan pesan melalui percakapan sehari-hari memang tidak menjamin bahwa orang tersebut dapat melakukan penyampaian pesan sama baiknya kepada publik, tetapi modal untuk melakukan public speaking telah ada.

Yang perlu dilakukan adalah belajar mengasah modal tersebut hingga kita dapat terampil berkomunikasi dalam percakapan dan public speaking.

Mengatasi Rasa Gugup Grogi Berbicara di Muka Umum

Demam Panggung dan Cara Mengatasinya

Salah satu hal yang menjadi perhatian dari para pembicara adalah demam panggung.
Seorang yang sangat lancar berbicara dalam percakapan sehari-hari bisa tiba-tiba menjadi ketakutan pada waktu harus berdiri dan berbicara di hadapan publik.

Bila Anda merasakan hal yang sama, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian karena banyak orang mengalami hal yang sama.

Demam panggung itu sendiri adalah perasaan yang normal. Pada waktu kita stres atau tertekan, tubuh kita merespons dengan memproduksi hormon adrenalin yang berlebihan.

Mengatasi Rasa Gugup Grogi Berbicara di Muka Umum

Semburan adrenalin menimbulkan reaksi yang berbeda pada diri setiap orang, dan tentunya hal ini dapat kita antisipasi dan atasi, antara lain:

a. Jantung berdegup lebih cepat dari biasanya.

Perlu kita sadari pada waktu jantung kita berdegup lebih kencang, hanya kita saja yang merasakan, sementara publik tidak melihat hal ini.

Kita harus tenang dan berpikir positif dengan cara berdamai dengan diri kita melalui kata-kata positif seperti “ini hanya demam panggung, tenang”.

Anda harus yakin dan konsentrasi pada materi yang ingin disampaikan, degup jantung kita akan segera berdetak normal kembali.

b. Keluar keringat berlebih di bagian tubuh tertentu seperti telapak tangan, wajah, atau ketiak.

Bila keringat yang berlebihan keluar di telapak tangan, kita bisa menggenggam tisu atau sapu tangan, tidak perlu menyeka tangan terlalu sering sampai terlihat oleh publik.

Namun apabila keringat banyak keluar di wajah, misal di dahi atau sekitar hidung, kita boleh menyekanya dengan tisu atau sapu tangan sesekali tapi sebaiknya jangan terlalu sering.

Semakin sering kita melakukan gerakan-gerakan menyeka keringat maka semakin terlihat oleh publik kegugupan kita.

Bila kita termasuk tipe orang yang akan mengeluarkan banyak keringat di bagian ketiak saat demam panggung, sebaiknya kita mengenakan pakaian dalam agar keringat tidak terlihat di baju.

c. Tangan menjadi gemetar. Demam panggung seperti ini terlihat publik.

Untuk itu, atasi dengan cara memegang kertas catatan dengan ukuran kecil atau dengan membawa catatan dengan diberi alas kertas yang cukup tebal, sehingga getarannya tidak terlalu terlihat.

Tapi biasanya dengan mengalihkan konsentrasi ke materi yang ingin disampaikan, getaran tangan akan hilang dengan sendirinya setelah kita bicara beberapa saat.

d. Lutut terasa lemas hingga terasa tidak sanggup menopang tubuh untuk berdiri.

Hal ini biasanya terjadi karena kita terlalu banyak duduk sebelum bicara.

Atasi dengan melakukan relaksasi fisik atau berjalan dan berdiri supaya lutut kita bisa menopang tubuh dengan baik.

e.Tenggorokan terasa tercekat sehingga suara menjadi parau, atau lebih buruk lagi suara tidak bisa keluar.

Pada waktu adrenalin menyembur, salah satu efek yang bisa terasa di sebagian orang adalah produksi lendir di tenggorokan meningkat.

Untuk mengatasi hal ini, kita dapat menjaga makanan dan khususnya minuman sebelum kita bicara. Hindari minuman yang lengket seperti susu, sirup, atau teh manis.

Karena minuman sejenis ini akan membuat tenggorokan kita lengket ditambah dengan banyaknya lendir yang diproduksi oleh tubuh, maka suara kita jadi tercekat atau serak.

f. Perut terasa sakit dan seperti ingin buang air besar.

Atasi dengan pola makan yang baik sebelum bicara. Dengan demikian saat perut kita terasa sakit kita tahu bahwa itu hanya akibat dari demam panggung, bukan sakit perut sesungguhnya.

g. Ingin buang air kecil secara berlebihan.

Bila hal ini terjadi, tetap tenang dan segera ke belakang.

Tapi bila tidak mungkin menghentikan pembicaraan, sebaiknya tahan dengan mengalihkan konsentrasi ke acara, niscaya keinginan itu menghilang.

Kita bisa juga mengatasi dengan mengurangi jumlah air yang diminum. Kita bisa minum bila haus tapi jumlahnya sedikit dikurangi

Mengatasi Rasa Gugup Grogi Berbicara di Muka Umum

h. Tidak bisa mengingat apa yang ingin disampaikan sekalipun sebelumnya sudah disiapkan.

Atasi dengan membawa catatan atau menggunakan alat bantu visual seperti powerpoint.

Bila catatan sudah ada di tangan, bacalah. Biasanya ini terjadi di awal-awal bicara, selanjutnya kita akan berbicara dengan lancar.

Kesalahan yang sering terjadi, pembicara sudah mengetahui kelemahannya bahwa ia sering lupa apa yang ingin disampaikan pada waktu demam panggung melanda.

Lalu ia membawa catatan kecil sebagai “contekan”. Namun begitu waktunya berbicara catatan yang sudah dibawanya tadi tidak dibaca, hanya dipegang saja, sementara ia berusaha untuk merangkai kalimat dan mengingat apa yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Akibatnya ia berbicara dengan tidak teratur dan tidak jelas apa yang ingin disampaikan. Sudah dapat dipastikan kata-kata pembukanya tidak menarik dan presentasi bagian isi pun menjadi tidak sesuai dengan isi yang telah disiapkannya.

Nah agar kita dapat dengan lancar dan etrmapil ketika berbicara di depan umum, maka perlu diperhatikan hal berikut ini:

Persiapan:

a. Kunci sukses Public Speakingberbicara di depan umum adalah PERSIAPAN dan LATIHAN!
b. Siapkan materi, catat poin penting (outline/garis besar), siapkan “contekan” jika ada materi yang sulit dihafal (sepeti angka atau istilah asing).
c. Minimal satu jam sebelum tampil, jangan konsumsi makanan/minuman yang berminyak dan manis-manis. Minum “air bening” saja.
d. Datang lebih awal ke lokasi. Kenali hadirin, ruangan, lihat sekeliling, sudut-sudutnya, dekorasinya, posisi podium, posisi “orang penting”, dsb.
e. TOILET! Ya, sempatkan ke toilet, buang air, ngaca, sisir rambut, rapikan busana, dan sempatkan “senam mulut” dan relaksasi!

Persiapan/Teknik Penguasaan Materi:

a. Memorize. Menghafal materi pidato. Worst!
b. Script reading. Menuliskan seluruh isi pembicaraan, membuat naskah pidato, dan dibaca. Bad!
c. Using Visual Aids as Note. Pake infocus/power point. Good!
d. Using Note. Menuliskan poin-poin penting, sistematika, atau outline (garis besar). Great!
e. Teknik Membuka Public Speaking
f. Tarik napas dalam-dalam.
g. Senyum ramah, tatap hadirin sejenak banget (jangan lama-lama), lalu ucapkan salam.
h. Usai salam, awali dengan nada rendah dan pelan. Start slow and low…!

Tips Pembuka:

a. Usai salam dan menyapa hadirin (hadirin yang saya hormati….!)

b. Langsung Sebut Inti Pembicaraan.

c. Ajukan pertanyaan provokatif/retoris (jika memungkinkan)

b. Kemudian yang kedua adalah perhatikan juga intonasi suara

c. Anda juga perlu untuk mempertahankan kontak mata, pada saat berbicara di depan umum

d. Anda juga perlu untuk menggunakan ekspresi dan juga bahasa tubuh

Baca Juga: Memilih Media Sumber Belajar Digital dari Internet

Demikian contoh cara Mengatasi Rasa Gugup Grogi Berbicara di Muka Umum, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Komentar